Broker Futures resmi di Indonesia sejak 2004
 021-52-777-07
Kebijakan Moneter The Fed dan ECB Menjadi Fokus Investor

Asiatradefx - Market Outlook December 9th - 13th 2019

 

FX Update

Pekan ini fokus investor akan tertuju pada pertemuan Bank Sentral AS The Fed dan Bank Sentral Eropa ECB. Kedua pertemuan tersebut akan diawasi secara ketat oleh pelaku pasar ditengah perhatian investor pada pemilu Inggris yang akan menentukan arah Brexit.

Selain itu pasar juga akan mengawasi dan mencermati berita utama dari perang dagang AS - China menjelang tenggat waktu 15 Desember ketika AS akan mengenakan tarif impor baru terhadap barang-barang asal China.

Pada perdagangan Jumat pekan lalu nilai tukar mata uang US Dollar terpantau berbalik menguat setelah sempat berada diposisi terendah dalam 5 hari berturut-turut. Berbaliknya mata uang Paman Sam ini seiring dengan solidnya pasar tenaga kerja AS NFP periode November dengan membukukan pertumbuhan diatas perkiraan pasar.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS, pertumbuhan pasar tenaga kerja AS naik sebanyak 266.000 diatas perkiraan pasar sebanyak 187.000. Selain itu tingkat pengangguran mampu menunjukkan kinerja positif dengan mencatatkan penurunan menjadi 3.5%. Meski demikian tingkat upah rata-rata perjam turun menjadi 0.2% atau dibawah ekspektasi pasar 0.3%.

Tercatat indeks USD pada akhir perdagangan Jumat lalu terapresiasi 0.3% sedangkan sepanjang pekan lalu indeks USD masih tercatat melemah 0.6% atau terbesar sejak awal November.

Di tempat lain mata uang Euro pada perdagangan Jumat terkena imbas negatif dari menguatnya nilai tukar mata uang US Dollar menyusul solidnya data tenaga kerja AS NFP. Sedangkan pada pertemuan Bank Sentral AS The Fed diperkirakan The Fed tetap menahan tingkat suku bunga 1.75% begitu pula dengan ECB yang diperkirakan tetap menahan tingkat suku bunga 0.00%.

Poundsterling secara umum mampu menunjukkan kinerja positif sepanjang pekan lalu dengan membukukan kenaikan dilevel tertinggi 2 tahun khsususnya dihadapan mata uang Euro karena mayoritas pelaku pasar semakin yakin bahwa ketidakpastian Brexit akan segera berakhir.

 

Berikut detail dari beberapa daftar data ekonomi dan peristiwa penting lainnya yang mungkin mempengaruhi pasar.

Selasa 

  • 5:05 WIB : AUD - RBA Gov Lowe Speaks
  • 17:00 WIB : EUR - German ZEW Economic Sentiment

Rabu 

  • 11th- 15th  : CNY - New Loans
  • 20:30 WIB : USD - CPI m/m, Core CPI m/m

Kamis 

  • 2:00 WIB : USD - FOMC Economic Projections, FOMC Statement
  • 2:00 WIB : USD - Federal Funds Rate
  • 2:30 WIB : USD - FOMC Press Conference
  • 15:30 WIB : CHF - SNB Monetary Policy Assessment
  • All Day : GBP - Parliamentary Elections
  • 16:00 WIB : CHF - SNB Press Conference
  • 19:45 WIB : EUR - Main Refinancing Rate
  • 19:45 WIB : EUR - Monetary Policy Statement
  • 20:30 WIB : EUR - ECB Press Conference

Jumat 

  • 0:30 WIB : CAD - BOC Gov Poloz Speaks
  • 20:30 WIB : USD - Core Retail Sales m/m, Retail Sales m/m

 

 

 

Commodity Update

Gold

Pasar emas mendapat ujian pada Jumat pekan lalu menyusul solidnya pasar tenaga kerja AS NFP periode November, dimana tercatat tumbuh diatas ekspektasi pasar. Berdasarkan data Departemen Tenaga Kerja AS pertumbuhan pasar tenaga kerja naik sebanyak 266.000 atau diatas perkiraan pasar 167.000.

Pertumbuhan tersebut adalah laju tercepat sejak bulan Januari sebanyak 312.000. Data tersebut diperkirakan akan mendorong The Fed menahan tingkat FFR pada pertemuan FOMC pekan ini. Bila saja skenario pasar tersebut terwujud, harga emas kemungkinan akan kembali melonjak naik.

Tercatat sepanjang pekan lalu harga emas tercatat turun 0.50%.

 

Berikut data ekonomi yang akan mempengaruhi perdagangan emas,  

Rabu 

  • 20:30 WIB : USD - CPI m/m, Core CPI m/m

Kamis 

  • 2:00 WIB : USD - FOMC Economic Projections, FOMC Statement
  • 2:00 WIB : USD - Federal Funds Rate
  • 2:30 WIB : USD - FOMC Press Conference

Jumat 

  • 20:30 WIB : USD - Core Retail Sales m/m, Retail Sales m/m

 

 

Oil

Sebagai catatan pekan lalu adalah pekan terbaik pasar minyak sejak Juni. Akan tetapi dalam jangka panjang pemangkasan produksi yang dijanjikan OPEC belum tentu berdampak positif bagi pasar minyak.

Kejadian tersebut dapat saja terjadi bila negara-negara anggota OPEC seperti Irak dan Nigeria bahkan Rusia tidak konsisten menjalankan program tersebut. Khususu bagi Rusia, OPEC memberikan ijin bila Rusia menaikkan produksi mereka meskipun program pemangkasan produksi mulai berjalan.

Dari Irak dilaporkan bahwa negara tersebut akan tetap memproduksi minyak sebanyak 5 juta bph atau lebih tinggi dari sebelumnya 4.51 juta. Meski demikian, Irak berusaha untuk memenuhi komitmennya.

Sementara ditempat lain, produksi minyak AS mencapai rekor tertinggi sebesar 12.9 juta bph dalam beberapa pekan terakhir. Data tersebut dirilis oleh EIA.

 

Pekan ini data yang diperkirakan akan mempengaruhi harga minyak datang dari data :

Rabu

  • 22:30WIB : USD – Crude Oil Inventories

 

 

Berikut Rentang Harga Dalam Sepekan

FX

EURUSD : 1.11050 - 1.10200 ( Bearish )

GBPUSD : 1.32940 - 1.29750 ( Bullish )

AUDUSD :  0.69300 - 0.67540 ( Neutral )

USDCHF :  0.99710 - 0.98540 ( Neutral )

USDJPY :  109.220 - 107.840 ( Neutral )

Commodity

XAUUSD :  1470.50 - 1443.80 ( Bearish )

COLSc :  61.00 - 57.20 ( Bullish )

 

Risk Disclaimer

 

Berita/Analisa yang kami publikasikan hanya bersifat INFORMASI. PT. Asia Trade Point Futures tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan informasi yang tersedia. Segala kerugian yang timbul akibat penggunaan informasi ini bukan menjadi tanggung jawab PT. Asia Trade Point Futures

09 Dec 2019   
Share On :    
SELANJUTNYA
BERITA TERBARU
EUR/USD Terpantau menguat diJumat pagi (22/10), Euro pagi ini bergerak naik di sesi Asia akan tetapi dengan potensi menguatnya Dollar AS membuat Euro tidak akan bertahan lama. Potensi trading...
USD/JPY Terpantau menguat diJumat pagi (22/10), Yen pagi inibergerak naik seiring menguatnya Dollar AS di sesi Asia pagi ini. Potensi trading : Menguat ke level kisaran 114,11, Ber...
XAU/USD Terpantau menguat diJumat pagi (22/10), harga emas menguat pagi ini, dan terus memperpanjangkenaikanemas karena melemahnya DollarAS telah membuatlogam mulia i...