Broker Futures resmi di Indonesia sejak 2004
 021-52-777-07
Beragam Sentimen Akan Berdampak Pada Perdagangan Pekan Ini

Asiatradefx - Market Outlook September 23rd - 27th 2019

 

FX Update

Investor akan melihat perkembangan pekan ini dengan sejumlah pembuat kebijakan dari The Fed setelah pertemuan The Fed pekan lalu menunjukkan adanya perbedaan di antara para pejabat atas arah kebijakan moneter.

Selain itu pelaku pasar akan mengawasi dengan ketat laporan data pesanan barang tahan lama atau Durable Goods Orders ditengah kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi AS.

Brexit akan tetap menjadi sorotan seiring dengan penantian keputusan MA Inggris apakah kebijakan dari PM Inggris Boris Johnson dianggap sah setelah membekukan parlemen.

Di luar itu, investor juga akan mengikuti perkembangan terbaru perang dagang antara AS - China ketika pada hari Jumat para pejabat China tiba-tiba membatalkan kunjungan ke wilayah pertanian AS di Nebraska.

Terpantau indeks USD yang mengukur kekuatan nilai tukar mata uang US Dollar dihadapan 6 mata uang lainnya tercatat menguat dan membukukan kenaikan mingguan pertama menyusul ekspektasi bahwa The Fed tidak akan menurunkan suku bunga secara agresif.

Pada tahun ini The Fed telah memangkas suku bunga untuk kedua kalinya namun memberikan sinyal beragam terkait pemangkasan suku bunga berikutnya. Sementara itu Bank Sentral utama lainnya seperti Bank Sentral Inggris BOE, Bank Sentral Jepang BOJ dan Bank Sentral Swiss SNB mempertahankan suku bunganya.

Mata uang Poundsterling tercatat terkoreksi dari level tertinggi khususnya dihadapan Greenback dan Euro setelah Menteri Luar Negeri Irlandia mengatakan bahwa London dan Uni Eropa belum mendekati kesepakatan Brexit.

Sebelumnya Sterling sempat menjadi incaran investor menyusul pernyataan Presiden Komisi Eropa Jean Claude Juncker mengatakan bahwa Uni Eropa dapat mencapai kesepakatan dengan Inggris.

Mata uang Euro tercatat turun 0.20% sementara Greenback terdepresiasi dihadapan Yen sebesar 0.40%. Di tempat lain mata uang Dollar Australia atau Aussie turun ke posisi terendah 3 minggu di akhir perdagangan. Mata uang Dollar Selandia Baru terkoreksi dihadapan US Dollar menjelang keputusan kebijakan moneter RBNZ pada pekan ini.

 

 

Berikut detail dari beberapa daftar data ekonomi dan peristiwa penting lainnya yang mungkin mempengaruhi pasar.

Senin

  • 14:15 WIB : EUR - French Flash Services PMI
  • 14:30 WIB : EUR - German Flash Manufacturing PMI, German Flash Services PMI
  • 20:00 WIB : EUR - ECB President Draghi Speaks

Selasa 

  • 12:30 WIB : JPY - BOJ Kuroda Speaks
  • 16:55 WIB : AUD - RBA Gov Lowe Speaks
  • 21:00 WIB : USD - CB Consumer Confidence

Rabu 

  • 9:00 WIB : NZD - Official Cash Rate, RBNZ Rate Statement

Kamis 

  • 19:30 WIB : USD - Final GDP q/q
  • 20:30 WIB : EUR - ECB President Draghi Speaks
  • 20:45 WIB : GBP - BOE Gov Carney Speaks
  • 22:45 WIB : USD - FOMC Press Conference

Jumat 

  • 19:30 WIB : USD - Core Durable Goods Orders m/m, Personal Spending m/m

 

 

Commodity Update

Gold

Harga emas kembali bertahan di atas level $1500 seiring dengan meningkatnya resiko geopolitik Timur Tengah dan potensi resesi global jika perang dagang antara AS - China terus membara.

Sebelumnya pada hari Rabu pekan lalu Bank Sentral AS The Fed merilis kebijakan dengan memangkas kembali suku bunga untuk kedua kalinya dalam tahun ini. Secara khusus kebijakan yang diambil The Fed mengecewakan pasar, dimana pelaku pasar mengharapkan The Fed memangkas suku bunga sebesar 50bps.

Di sisa akhir tahun ini The Fed memiliki 2 pertemuan yakni pada bulan Oktober dan Desember. Tetapi hingga pekan lalu tidak ada kepastian apakah The Fed akan menurunkan kembali suku bunga.

Terlepas dari bullishnya US Dollar, emas tetap menjadi pilihan seiring dengan penurunan imbal hasil obligasi AS.

 

Berikut data ekonomi yang akan mempengaruhi perdagangan emas,  

Selasa 

  • 21:00 WIB : USD - CB Consumer Confidence

Kamis 

  • 19:30 WIB : USD - Final GDP q/q
  • 22:45 WIB : USD - FOMC Press Conference

Jumat 

  • 19:30 WIB : USD - Core Durable Goods Orders m/m, Personal Spending m/m

 

 

Oil

Setelah kenaikan terbesar dalam 1 hari sejak Perang Teluk tahun 1991, harga minyak perlahan-lahan dilanda aksi ambil untung atau profit taking. Di sisi lain AS menuduh Iran dibalik serangan fasilitas ladang minyak Arab Saudi.

Sementara pada hari Jumat, AS mengatakan akan mengirimkan pasukan tambahan dan memperkuat peningkatan sistem pertahanan udara dan rudal ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Upaya ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan lebih lanjut, bilamana ada serangan lain.

Sedangkan di sisi lain, pada hari Jumat Aramco meyakinkan pasar bahwa mereka tetap memiliki 11 juta bph dan kembali beroperasi pada bulan November.

Pekan ini data yang diperkirakan akan mempengaruhi harga minyak datang dari data :

Rabu

  • 21:30 WIB : USD – Crude Oil Inventories

 

 

Berikut Rentang Harga Dalam Sepekan

FX

EURUSD : 1.10850 - 1.09250 ( Bearish )

GBPUSD : 1.25820 - 1.23910 ( Neutral )

AUDUSD :  0.68210 - 0.67230 (Bearish )

USDCHF :  0.99450 - 0.98580 ( Neutral )

USDJPY :  108.080 - 107.200 ( Neutral )

Commodity

XAUUSD :  1530.10 - 1498.70 ( Bullish )

COLSc :  60.40 - 57.30 ( Bullish )

 

Risk Disclaimer
 
Berita/Analisa yang kami publikasikan hanya bersifat INFORMASI. PT. Asia Trade Point Futures tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan informasi yang tersedia. Segala kerugian yang timbul akibat penggunaan informasi ini bukan menjadi tanggung jawab PT. Asia Trade Point Futures
23 Sep 2019   
Share On :    
SELANJUTNYA
BERITA TERBARU
GBP/USD Terpantaumenguat di Jumat sore(26/11), Pound Inggris sore ini bergerak naik di sesi Eropa. Potensi trading : Menguat ke level kisaran 1,3320, Berpeluang BELI uji kisaran1,...
EUR/USD Terpantau menguat diJumatsore(26/11),Eurosore ini bergeraknaik di sesiEropa akibat melemah Dollar AS. Potensi trading : Menguat ke level kisaran 1,...
XAU/USD Terpantau menguat diJumat sore(26/11), harga emas sore ini bergerak naik di sesi EropasetelahDollar AS melemah. Potensi trading : Menguat ke level kisaran 1.811,60,...