Broker Futures resmi di Indonesia sejak 2004
 021-52-777-07
Kebijakan Bank Sentral : Hawkish atau Dovish

Untuk mencapai mandat atau tujuan ekonomi tertentu, senjata utama yang diandalkan adalah kebijakan moneter. Kebijakan moneter ditentukan oleh Bank Sentral secara independen tanpa ada intervensi dari pemerintah. 

Kebijakan moneter adalah proses memutuskan tingkat suku bunga agar mengendalikan jumlah uang yang beredar. 

Ada 3 tujuan utama dari kebijakan moneter Bank Sentral yakni : 

1. Target pertumbuhan ekonomi

2. Inflasi dan 

3. Tingkat pengangguran yang rendah

 

 

Selanjutnya apakah anda pernah mendengar kebijakan moneter yang disebut sebagai Hawkish atau Dovish ? Kedua sebutan tersebut menggambarkan jenis kebijakan moneter yang dimiliki Bank Sentral. 

 

Hawkish merupakan indikasi kenaikan suku bunga. Kadang disebut pengetatan karena pada dasarnya Bank Sentral mencari cara menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan mengendalikannya ditengah inflasi yang tinggi. 

Dengan skenario hawkish dimana suku bunga naik, pinjaman atau kredit bagi dunia usaha dan konsumen menjadi lebih mahal ( karena pembayaran bunga yang lebih tinggi ) sehingga berdampak pada pengeluaran dan investasi. 

 

Dovish adalah kebalikan dari hawkish dan mengindikasikan penurunan suku bunga. Bank Sentral dapat memutuskan untuk melonggarkan kebijakan moneter dengan memangkas suku bunga dengan tujuan merangsang pertumbuhan ekonomi. 

Skenario dovish dimana suku bunga turun, nilai mata uang menjadi lebih rendah dan murah sehingga berdampak positif bagi dunia usaha dan konsumen. Keadaan ini akan mendorong investor melakukan investasi dan pada akhirnya merangsang pertumbuhan ekonomi. 

Dengan fasilitas ini Bank Sentral dapat mengendalikan pertumbuhan ekonomi. 

 

Bila kita ingin mengambil contoh, kebijakan Bank Sentral AS The Fed dapat dijadikan kasus. Di mana saat The Fed memilih menahan suku bunga dan dalam keterangannya mengindikasikan adanya penurunan tingkat suku bunga, maka respon pasar cenderung negatif. 

Kebijakan dan narasi ini dianggap sebagai nada dovish dan akan berakibat negatif pada nilai tukar mata uang US Dollar. Bila dikupas lebih dalam, masih banyak kebijakan dari Bank Sentral yang dapat berdampak pada mata uang suatu negara. 

 

Bila anda tertarik untuk mempelajari pasar mata uang dan kebijakan apa saja yang dapat mempengaruhi nilai tukar mata uang, anda dapat mengikuti pelatihan dari PT Asia Tradepoint Futures. 

Silahkan anda kunjungi website kami www.asiatradefx.com 

 

Terima kasih. 

 

 

 

 

 

 

02 Jul 2019   
Share On :    
SELANJUTNYA
BERITA TERBARU
USD/JPY Terpantau menguat diJumat pagi (22/10), Yen pagi inibergerak naik seiring menguatnya Dollar AS di sesi Asia pagi ini. Potensi trading : Menguat ke level kisaran 114,11, Ber...
XAU/USD Terpantau menguat diJumat pagi (22/10), harga emas menguat pagi ini, dan terus memperpanjangkenaikanemas karena melemahnya DollarAS telah membuatlogam mulia i...
USD Terpantau berpeluang menguat di Jumat pagi (22/10), nilai tukar Dollar AS berpeluang bergerak naik pagi ini didorong oleh laporan data pekerja dan properti AS. Potensi trading : Menguat ke...