Broker Futures resmi di Indonesia sejak 2004
 021-52-777-07
Strategi Trading Dengan Formasi Triangle dan Wedges

Kami telah membahas sebagian besar pola grafik secara teknis. Masih ada beberapa strategi yang tersisa. Pada artikel ini kami akan membahas lebih dalam tentang pola Triangle dan Wedges. 

Pola ini adalah 2 pola dari 10 pola grafik paling penting. Mereka berdua memang pola yang berbeda tetapi mereka sangat mirip sehingga kami akan mengajarkan keduanya dalam satu artikel. 

Terlepas dari beragam macam pergerakan harga, kita semua tahu bahwa harga tidak hanya naik turun dalam garis lurus. Harga sering pula membentuk tren mengikuti berbagai jenis gelombang. 

Seperti dalam Elliot Wave, ketika pasar dalam uptren, harga naik kemudian berkonsolidasi sebelum melanjutkan gelombang kedua dan sebaliknya saat pasar downtrend. Selama masa konsolidasi, harga membentuk triangle atau wedges. 

Untuk membaca grafik dengan benar, anda harus mengubah grafik ke dalam time frame yang lebih kecil. Jika anda trading dengan grafik 1 jam, ketika konsolidasi mulai terjadi, ubah grafik ke 5 atau 15 menit. Setelah itu tarik garis tren yang menghubungkan puncak atau top dengan menghubungkan bagian bawah kisaran harga selama konsolidasi. 

Seperi namanya, triangle terbentuk ketika garis tren atas dan bawah memuncak dalam satu titik, membatasi harga diantara mereka. Sedangkan wedges, harga break dikedua arah sebelum dua garis tren bertemu. 

Pada gambar grafik dibawah ini anda dapat melihat triangle dan wedges sedang terbentuk. 

Grafik di atas adalah Rising Wedges

 

Grafik diatas Asymmetrical rising wedge

 

Grafik diatas Descending triangle

 
Anda dapat memulai trading wedge dan triangle ketika pola terbentuk. Seperti yang dapat anda lihat dari gambar pertama, garis atas dan garis bawah membentuk garis resistance dan support. 
Garis resistance dapat ditarik setelah harga membentuk dua top dan garis support dapat ditarik setelah harga membentuk dua buttom. Buttom kedua harus lebih tinggi dari buttom sebelumnya. Cara paling sederhana dan paling jelas untuk trading triangle adalah dengan trading diantara dua garis tersebut. 
 
Pada dasarnya membuka posisi jual diarea top dan membuka posisi beli diarea buttom. 
 
Strategi ini dapat bekerja dengan baik dan efektif dalam grafik kerangka waktu yang lebih besar. Seperti grafik harian atau 4 jam. Dengan metode ini target laba bisa lebih besar dan rasio keuntungan dan resiko juga lebih besar. 
 
Jika anda trading dengan time frame yang lebih kecil anda harus memilih pialang dengan spread kecil agar eksekusi harga lebih cepat dan mudah. Ini adalah salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan dari formasi grafik tetapi wedge dan triangle paling dapat diandalkan untuk menunjukkan breakout. 
 
Untuk memprediksi kemana arah breakout akan terjadi, hal pertama anda harus mengetahui pola grafik. Ada 3 jenis wedge dan triangle, yakni ascending wedge/triangle, descending wedge/triangle dan symmetrical wedge/triangle. 
 
 
Ascending Wedge/Triangle
 
Pada grafik pertama dibawah ini, ada wedge naik dan turun yang dibentuk setelah uptrend. Ini berarti bahwa penjual sedang berkonsolidasi sehingga harga bergulir dalam kisaran yang sempit. 
 
Setelah harga menembus level support, kita dapat melihat bahwa intinya, garis support saat itu berubah menjadi resistance. Beberapa trader membuka posisi jual ketika harga menembus garis support. Tetapi kita semua tahu bahwa di forex tidak semua kejadian breakout sesuai dengan teorinya. 
 
Banyak trader yang lebih suka menunggu sampai harga jelas ditutup dibawah garis support dan membuka posisi jual saat harga retrace. Dengan cara ini anda meminimalkan resiko dan memaksimalkan target laba. 
 
Logika yang sama berlaku pula untuk triangle. 
 
 
Harga membentuk formasi ascending wedge
 
 
Harga sempat breakout resistance namun ditutup dibawah resistance sehingga harga berbalik melemah. 
 
 
Descending Wedge/Triangle
 
Wedge dan triangle downtrend adalah kebalikan dari pola uptrend dan menjadi terkonfirmasi setelah pola menjadi down trend. Saat anda trading dengan pola ini, target laba yang anda dapatkan harus sebanding dengan rentang atas dengan rentang bawah. 
 
Berikut grafiknya dibawah ini. 
 
 
Formasi descending wedge terbentuk setelah pola downtrend
 
 
Setelah breakout resistance target keuntungan harus sebanding antara rentang batas atas pertama dan batas bawah pertama. 
 
 
Symmetrical Wedge/Triangle
 
Selama formasi ini, bullish dan bearish saling tarik menarik sampai tren menjadi jelas. Dan tidak menjadi masalah jika konsolidasi ini terjadi setelah uptrend dan downtrend. Saat anda memanfaatkan pola wedge dan triangle saat tren naik atau turun, anda akan tahu ke arah mana pergerakan harga akan bergerak setelah breakout. 
 
Tetapi symmetrical wedge/triangle tidak memberi anda arah yang jelas. Itu tidak berarti anda tidak dapat melakukan trading. Anda masih dapat trading dengan cara yang sama dengan memanfaatkan wedge/triangle naik dan turun. 
 
Membuka posisi jual dan beli saat harga terkonsolidasi dalam dua garis triangle. 
 
 
 
 
Kesimpulan
 
Pola wedge/triangle dapat anda temui dalam pola grafik, baik dengan time frame pendek ataupun dengan time frame besar. Anda dapat menempatkan order stop loss dan taking profit. 
 
Untuk lebih lengkap anda dapat mengunjungi website kami www.asiatradefx.com
 
Terima kasih. 
 
 
Sumber : fxleaders.com

 

03 May 2019   
Share On :    
SELANJUTNYA
BERITA TERBARU
USD/JPY terpantaumelemah diSelasa pagi (30/11), Yen Jepang pagi ini bergerakturun di sesi Asia. Potensi trading : Melemah ke level kisaran 112,90, Berpeluang JUAL uji kisaran 112,...
XAU/USD Terpantau menguat diSelasa pagi (30/11), harga emas pagi ini bergerak naik di sesi Asia setelah Dollar AS melemah. Potensi trading : Menguat ke level kisaran 1.799,65, Berpeluang BELI...
USD Terpantau melemahdiSelasa pagi (30/11),nilai tukar DollarAS pagi ini bergerakturun di sesi Asiakarena kekhawatiranpasar akanvarian baru COVID-19,&...